Cara Negara-Negara Menangai Pandemik Global Virus Corona

Saat ini Virus Corona sudah menyebar lebuh dari 150 negara, dan sudah dinyatakan oleh WHO sebagai Pandemik Global. Pakar kesehatan internasional menghimbau dua pendekatan utama yang dilakukan untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19

Dalam beberapa data terakhri, warga sudah mendengar istilah ‘Lockdown dan juga ‘Social Distancing. Sebagai upaya pencegahan penyebaran. Keduanya memiliki perbedaan yang perlu dipahami. Selain juga memiliki kelebihan dan kelemahannya dalam keberhasilan mengatasi virus corona. Social distancing sendiri adalah usaha untuk meminta wagra supaya tidak melakukan kontak fisik yang terlalu dekat antara satu sama lain, karena kedekatan jarak berpotensiu menyebarkan virus lewat tetesan air liur. Pergeseran dari pendekatan ‘social distancing ke lockdown terjadi di beberapa negara, dimana menurut pakar hal ini dilakukan saat kasus sudah mencapai 1.00 maka negara sudah harus mempertimbangkan dnegan serius untuk kemungkinan lockdown. Berikut ini bagaimana langkah yang perlu dilakukan sejumlah negara untuk mengatasi peredaran virus Corona.

Singapura dan Hong Kong

Singapira dan Hong Kong juga hanya membatasi pergerakam warga. Di Singapira sejauh ini ada 243 kasus. Beum ada laporang yang meninggal dan lebih dari 100 orang dinyatakan sembuh. Singapira mendapatpujian dari organisis kesehatan dunia (WHO). Karena dianggap telah berhasul menguranngi penyebaran. Di hongking sampai saat ini tercatat 157 kasus, enam diantaranya meninggal dan 88 dinyatakan sembuh. Aseperti halnya di Singapura pemerintah Hong Kong dengan cepat berusaha menemukan kasus corona yang ada di wilayah mereka. Slaah 9satunya adalah melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang sudah melakukan dengan meraka yang dinyatakan positif tertular COVID-19. Isolasi dan karantina juga diberlakukan untuk mereka yang tertular. Sudah ada lebih dari 8.000 orang terjangkit virus corona di Korea Selatan.

Jepang

Jepang telah menutup seluruh sekolah sejak akhir februari 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Di Jepang sejauh ini seudha terjadi 1.523 kasus corna termasuk, 696 kasus diantaranya tertular saat berada di kapal pesiar Diamond Princess. 34 warga di Jepang meniggal karena terjangkit COVID-19.

Sempat ada kekhawatiran setelah penyebaran di kapal pesar tersebut, virus akan dengan cepat merebak di kalangan wagra lainnya, apalagi 25 persen penduduknya berusia 65 tahun k etas yang masuk kelompok palin rentan meninggal terkena virus. Jepang sajuh ini berhasil mencegah penyabaran, salah satunya setelah menutup sekolah sejak bulan februari, mereka tidak menerapkan ‘lockdown’. Namun membatasi pergerakan warga, termasuk menghentikan beberapa kegiatan.

China

China merupakan negara yang terpapar pertama, sejauh ini Sudha menunjukan keberhasilan mengatasi virus corona dnegan melakukan ‘locdoen’ sepenuhnya, meski tidak secara nasional. China menjadi neagara yang melakukana karantina terbesar dalam sejarag dalam menangkal vrus corona, dnegan menutuk 16 kota sejak akhir januari. ‘lockdoen’ di Provinsi Hubei, dimana kota Wuhan berada dilakukan secara bertahap. Sbeelumnya warga masih diperbolehkan keluar. Namun kemudian dibuat semakin ketata dnegan hanya beberpaa perwakilan orang yang bisa memebeli makanan atau ke apotik. Saat mengantiri pun dibuat jarak yang cukup jauh antara warga.

Eropa

Italia saat ini menjadi negara kedua terburuk kasus virus corona, setelah chuna dnegan 27.980 kasusu, 2.158 kematian, dimana dalam 24 jam terakhir ada 349 orang yang meninggal, Di italia ‘lockdown’ diberlakukan secara nasuonal mulai dari 10 maret laly, yang melarang hampir seluruh kgiatan 60 juta warga, Pelarangan ini termasuk membuka toko, restoran, mendatangi tempat ibadah, dan sejumlah tempat lainnya. Statsu lockdown juga berlau di Spanyol dan disusul oleh perancis.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.