Suami di Ponorogo Robohkan Rumah karena Isteri Selingkuh, Ini Fakta Menariknya

Suami di Ponorogo merobohkan sebuah rumah karena tahu sang isteri selingkuh. Rumah yang beralamatkan di Desa Pengkol, Ponorogo, Jawa Timur ini dirobohkan dengan alat berat oleh sang suami dengan menggunakan alat berat. Tak ayal lagi, peristiwa ini pun langsung membuat heboh warga desa,

Rumah yang dimiliki oleh pasangan Hendrik M dan Nila WW dirobohkan karena masalah rumah tangga. Berikut adalah beberapa fakta menarik rumah yang dirobohkan tersebut seperti dikutip dari detik.com :

Isteri Selingkuh

Sang suami merobohkan rumah tersebut karena dipicu oleh sang isteri yang selingkuh. Dimana sang isteri selingkuh saat sang suami mencari nafkah ke Korea.

“Ini ceritanya lakinya kerja di Korea, perempuannya di rumah selingkuh sama laki-laki lain,” ujar salah satu tetangga Sarmin kepada detikcom, Sabtu (7/3/2020).

Rumah baru Dibangun 5 Tahun

Rumah yang memiliki luas 98 meter persegi tersebut akhirnya rata dengan tanah karena dirobohkan oleh alat berat. Dimana alat berat tersebu disewa oleh sang suami untuk menghancurkan rumah yang baru dibangun 5 tahun yang lalu tersebut.

Rumah Sempat Ingin Dijual Tapi Tak Laku

Sebelum dirobohkan, rumah terebut sebenarnya sempat ingin dijual. Dimana sang suami menawarkan rumah tersebut seharag Rp. 100 juta namun hanya laku Rp. 75 juta.

Menurut Kapolsek Sumoroto Kompol Nyoto bahwa rumah tersebut dibangun di tanah milik saudara perempuan Nila Wiwit dan dekat dengan aliran sungai sehingga air bisa masuk ketika banjir melanda. Selain itu juga rumah jauh dari jalan raya yang membuat tak ada yang tertarik untuk membelinya.

Sempat Mediasi

Meski akhirnya memilih untuk merobohkan rumah, sebenarnya pihak Desa Pengkol sudah melakukan mediasi agar rumah tersebut diberikan kepada kedua anaknya saja. Namun, upaya mediasi tersebut gagal dan menemukan jalan buntu.

Istri Pilih Tinggal dengan Selingkuhan

Sementara itu, Nila sang isteri memiliih untuk tinggal bersama sang pria yang menjadi selingkuhannya. Meski kerap dimediasi oleh warga dan perangkat desa. Padahal Hendrik dan Nila sudah menikah selama 15 tahun dan dikaruniai 2 orang anak.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.